Pasti pernah dengar kan nama daerah ini, salah satu kecamatan di jakarta. Berikutlah stasiunnya. This pict does not do justice because the reality is far more beautiful.
Hari ini 24 Januari 2020 Jakarta hujan deras, depan apartment tempat kerjaku di Kemayoran sampai banjir. Padahal jam 2 aku harus meeting ke SCBD.
Biasanya aku kalau meeting jam 2, jam 12 udah mulai persiapan soalnya Jakarta itu macet dan transportasi umumnya muter-muter jadi nggak bisa buru-buru.
Tapi aku tipe orang yang suka nunggu daripada ditunggu/telat jadi aku putuskan buat naik ojol aja sampe SCBD.
Pertama aku coba buat pesen ojol lewat gojek, tapi gak dapet-dapet sampai aku cancel berkali-kali buat order lagi, ganti-ganti lokasi tujuan antara SCBD sama halte busway yang deket, tetep aja gaada yang ambil. Yaudah aku ganti ke grab, tetep gaada yang ambil, buat nunggu ada yang pick up tu lama banget, sekitar setengah jam lebih. Aku pindah aplikasi gojek lagi buat order, dan boom. Akunku dibekukan.
Lalu aku pencet tombol "Call now" buat telpon customer servicenya gojek yang pakai nomor 021, haha, iya 021. Dua kali telpon semua cs katanya sibuk terus. Cobaan.
Sebelumnya ada bapak yang nawarin mau ngojekin, aku udah mau, tapi bapaknya lupa ga bawa helm. Sepertinya kita tidak berjodoh pak. Gak lama kemudian hujan tambah deres aja.
Saking lamanya nunggu ada ojol yang pick up gak kerasa udah jam satuan. Panik dong, aku sampe whatsapp temenku kayanya gak jadi dateng karena gada ojol yang mau pickup, udah ngetik mau whatsapp bos tapi gajadi aku kirim karena aku ngerasa sia-sia banget kalau nggak jadi berangkat (padahal lagi hujan deres banget).
Yaudah dengan iseng-iseng, nekat, niat, dan segala perasaan ini aku coba order lewat grab karena gojekku dibekukan. Padahal aku order dengan harapan gaada yang ngambil, tujuan aku order adalah buat screenshot kalau gaada yang ambil, soalnya tarifnya 73ribu, dua kali lipat lebih dari pada gojek yang cuma 33 ribu. Ngap ngap kan rasanya semahal itu. Tadi waktu sama bapak-bapak yang mau ngojekin aku nawarin 50 ribu aja udah seneng banget, ini 1.5x lipat lebih banyak.
Jeng jeng. Ada yang ambil! Ini buktinya.
Seneng + sedih jadi satu. Suasana hujan dan tarifnya mahal membuatku sedih dan tapi perjalananku yang penting ini membuatku senang, jadinya campur aduk deh. Tapi bapaknya baik banget tadi, wajahnya ceria banget. Beliau juga bukan yang pendiem, beliau cerita kalau dapat customer didatengin malah cancel, dia mau narik soalnya harganya lagi bagus, pesen jas hujan di shopee, beberapa jalan di Jakarta yang kena banjir, dll. Ajaibnya, semua perkataan bapak grab tadi kedengeran semua. Biasanya kan kalau naik ojol terus bapaknya lagi ngomong kita dengernya angin doang, yang tadi nggak, jelas banget. Mungkin efek hujan juga.
Sampai tempat klien tentu aja celana dan kakiku basah, jari tanganku sampai mengkirut semua.
Tempat meetingnya juga ber-AC super dingin. Akhirnya aku menggigil kecil. Haha, hari yang lucu sekali, niatnya mau buat screenshot doang tapi malah ada yang ampil, 73 ribu lagi, hahahahaha. Tapi kapan lagi coba ngerasain wahana naik jetski di jakarta kalau nggak tadi. Hahahaha. Ambil hikmah yok ambil hikmah.
Aku suka banget nonton anime, salah satunya adalah series Gintama. Tokoh utamanya bernama Sakata Gintoki diceritakan sebagai laki-laki setengah baya, umurnya sekitar 25-26, padahal aku kira bakal lebih tua, soalnya kadang rasanya kaya om om dan rambutnya udah ubanan semua, wkwk.
Pernah si ginchan (panggilannya Gintoki) cerita yang intinya kalau kamu tua terlalu dini maka kamu akan menghabiskan waktu tuamu lebih lama. Kalau ga salah gini, misal hidupmu selama 60 tahun dan ketika 20 tahun kamu sudah menikah maka kamu akan menghabiskan 40 tahun sebagai orang tua.
Mungkin bagi sebagian orang ini hal yang bagus, tapi bagiku dan manusia-manusia lain menjadi tua itu bukanlah suatu pilihan hidup yang menyenangkan. Jiwa muda kami berapi-api, kami masih pengen bermain, manja, jalan-jalan, dan melakukan kegiatan ala anak muda yang lain. Hal-hal seperti itu tidak akan bisa dilakukan oleh orang tua. Ya mungkin bisa ya, tidak ada yang tidak bisa. Tapi gak bakalan mudah seperti dulu karena tanggung jawab orang tua berkali-kali lipat.
Oh ya, orang tua yang aku maksud disini bukan orang tua yang mempunyai anak, tapi orang yang sudah memiliki tanggung jawab besar karena pilihannya seperti seorang karyawan dan seorang yang sudah menikah.
Karena ginchan beranggapan seperti itu, makanya hidup si ginchan ini seenaknya, iya, seenaknya, memperlakukan orang lain juga seenaknya. Tapi dia adalah salah orang terromantis menurutku, dia kalau udah berurusan dengan kalimat "melindungi orang yang aku sayangi" maka akan berjuang sekuat tenaga sampai badan hancur lebur, yang penting orang yang dia sayang aman dan selamat. Di luar itu dia balik lagi jadi orang konyol yang seenaknya.
Terkadang pengen kaya dia, tapi dia hidup di jaman dulu, jaman samurai, mindset kaya gitu nggak bisa diterapkan di tahun 2020 karena semuanya sangat berbeda. Tahun 2020 tidak ada yang namanya perang, semuanya harus dibayar dengan uang, kapitalisme makin jaya, revolusi industri udah masuk jilid empat. Mau ga mau aku juga harus merelakan masa mudaku dengan menjadi orang tua, walaupun sebenarnya jiwa mudaku berkobar. Sedih banget rasanya.
Kemudian beberapa hari lalu youtube memberiku rekomendasi video berjudul "Don't Waste Your Life" dari Prince Ea. Setelah nonton aku menyadari, itulah salah satu pencerahan yang aku cari dalam hidup! Video itu menjelaskan bahwa perasaan bahagia itu ada karena kita ciptakan, mulai saat ini kita harus mencintai apa yang kita lakukan supaya kita bisa bahagia. Bagaimanapun masa tua kita akan lebih lama dari masa muda. Satu lagi, jangan hidup untuk kerja tapi kerja untuk hidup.
Hahahaha, what a life, ternyata sesimpel itu, harus mencintai apa yang kita lakukan adalah kunci. Tapi kalau mau melindungi orang yang disayang tetep harus nomor 1 biar kaya ginchan (apaan sih!) ☺️
Jika kalian sudah membaca manga Attack on Titan hingga chapter 125 pasti kalian sudah mengalami perasaan campur aduk karena jalan cerita yang ternyata di luar dugaan. Pada awal serial ini dimulai kita dikejutkan dengan Eren si tokoh utama yang bisa menjadi titan, pada pertengahan serial kita dikejutkan dengan adanya kehidupan manusia biasa di luar dinding, maka setelah membaca chapter 125 kita dikejutkan kembali dengan asal-usul titan sebenarnya.
Sumber: Attack on Titan Fandom
Pada beberapa chapter sebelumnya, asal mula titan berawal dari seorang wanita bernama Ymir. Orang Eldia beranggapan bahwa Ymir adalah seorang manusia pilihan, seorang dewi yang diagung-agungkan karena mendapatkan mukjizat menjadi titan dan orang Marley beranggapan bahwa Ymir adalah seorang manusia yang bersekutu dengan iblis, keduanya salah.
Ymir adalah seorang budak yang tersiksa dan akhirnya mendapat kekuatan Titan setelah dia jatuh ke dalam sebuah danau karena dikejar oleh para pengawal kerajaan. Kekuatan itu datang dengan tiba-tiba seolah-olah terdapat makhluk yang masuk ke dalam diri Ymir. Lalu apakah setelah itu Ymir menjadi dewi atau danau tersebut danau iblis? Bukan, Ymir tetap budak.
Kekuatan Ymir yang sangat hebat akhirnya dieksploitasi oleh raja yang memerintah saat itu, Raja Fritz, dia memerintahkan Ymir untuk melakukan pembangunan dan menjadi senjata perang. Namun apakah setelah itu dia diperlakukan dengan baik? Jawabannya tidak.
Raja terus saja mengeksploitasi Ymir dan memaksa Ymir supaya wanita itu bisa memiliki anak dari raja dengan tujuan supaya anaknya kelak bisa mewarisi kekuatan Ymir.
Bagaimana reaksi Ymir saat itu? Dia tidak menanggapi apa-apa, lidahnya sudah dipotong, dia sudah disiksa habis-habisan selama ini, sepanjang waktu dia hanya menampilkan wajah depresi dan menuruti apapun perintah raja. Seharusnya dengan kekuatan luar biasa seperti itu dia bisa memiliki hak untuk berpendapat, namun dia hanyalah budak bisu.
Beberapa tahun berlalu hingga akhirnya Ymir meninggal, raja yang sangat tamak memaksa ketiga anak Ymir yang masih kecil untuk memakan daging Ymir demi mendapatkan kekuatan titan, perbuatan yang tercela, memakan bangkai manusia tidak akan pernah dibenarkan dalam sejarah kehidupan manapun, dan dia memaksa tiga anak kecil melakukannya, semua orang mual.
Begitulah asal-usul sebenarnya dari titan, bangsa Eldia dan Marley sudah salah dalam menuliskan sejarah mereka. Ymir adalah budak yang tersiksa, bahkan di antara para budakpun dia yang selalu ditindas. Ymir tidak mempunyai hak apapun selama ini, bahkan untuk berbicara dan menentukan sesuatu yang dia inginkan tidak bisa.
Ymir sangat jauh dari kata dewi, setelah berubah menjadi titan, Ymir tetaplah budak. Ymir juga jauh dari citra seseorang yang bersekutu dengan iblis, karena menentukan apa yang dia inginkan saja tidak bisa, apalagi bersekutu dengan iblis.
kisah Ymir yang menjadi sumber dari asal-usul Titan adalah salah satu cerita terpahit dalam serial ini, kita dihadapkan pada sebuah kenyataan ketidakberdayaan manusia, bukan dongeng mengenai kehebatan, keagungan, dan kejahatannya.
Jika dulu orang-orang masih merasa bahwa menjadi seorang Ymir itu keren, semakin kesini kita dihadapkan dengan kenyataan buruk bahwa Ymir hanyalah budak tidak berdaya.
kamu besar
kamu kuat
kamu tangguh
diajak kemana saja mau
disuruh istirahat mau
dipaksa berdiri juga mau
penopang kehidupan
membangun kehidupan
tapi lebih banyak rebahannya
orang lain itu selucu itu
kenapa mereka bisa berfikir seperti itu
kadang ingin tertawa karena kebodohan mereka
namun ternyata diri ini yang bodoh
karena tertampar fakta
bahwa diri ini sebenarnya lebih bodoh
kadang orang lain juga seperti sosok yang mendamaikan
tapi
ternyata
hanya diri ini yang didamaikan
sedangkan diri ini tidak bisa mendamaikan
benar kata orang dulu
isi kepala orang beda-beda
itulah kenapa diri ini dan orang lain susah menjadi satu
tapi aku ingin bersatu
hai orang lain
tolong ajari aku mengerti jalan pikirmu
sehingga aku tidak bodoh lagi
dan hatiku menjadi kaku ketika hendak menertawaimu
I like listening to music, singing, radio, public transportation, light conversation, food, crazy imagination, festival, and others.
message me through email and I'll send you beautiful message: